Aplle Vs Samsung


SENGKETA hak paten antara dua raksasa produsen smartphone dunia, Apple (AS) dan Samsung (Korsel), berlangsung di Pengadilan Federal San Jose, California, Amerika Serikat. Pekan lalu (25 Agustus) pengadilan mengeluarkan vonis bahwa Apple berhasilkan memenangkan gugatan yang mengharuskan Samsung membayar ganti rugi sebesar lebih dari USD1 miliar atau sekitar Rp 9,5 triliun, walau masih bersifat sementara, karena pihak Samsung melakukan banding pada sidang 20 September mendatang. Terlepas dari upaya hukum Samsung tersebut, kasus ini menunjukkan bahwa Apple dan Samsung memasuki babak baru perseteruan mereka.
Pokok sengketa yang diajukan Apple adalah pada letak hak paten produk mereka yang selama ini dianggap selalu dijiplak oleh Samsung, seperti yang diungkapkan Christopher Stringer, desainer Apple, iPhone dijiplak habis-habisan oleh Samsung. Hal ini diiyakan Peter Bressler, saksi ahli yang dipanggil Apple. Desain Apple yang dicontek itu antara lain empat sudut berujung membulat sama besar, bezel di sisi perangkat, dan bagian penampang belakang perangkat.
Secara sepintas ketika kita melihat kedua produk ini memang serupa namun tak sama, sulit membedakan dari segi fisik dan kualitas, karena mereka berada pada ruang yang sangat sempit dalam balutan teknologi, namun tetap saja terdapat perbedaan khususnya dalam memandang segmen pasar, analis senior IDC Kevin Restivo “Samsung dan Apple bisa dengan cepat menguasai penjualan smartphone global dengan menyasar market yang berbeda”Samsung ‘menembak’ pasar dengan menghadirkan smartphone untuk segala segmen. Kontrasnya, Apple justru menguasai pasar dengan menghadirkan ponsel cerdas untuk segmen atas.
Sejarah pertarungan seperti ini bukanlah hal yang baru dalam dunia teknologi informasi khususnya tekhnologi smartphone, sebelumnya Apple pernah dikalahkan Samsung dan HTC di pengadilan Inggris. Hal yang sama juga pernah dialami Apple ketika menghadapi Motorola dipengadilan Dusseldorf di Jerman, pengadilan tidak mengabulkan permintaan Apple untuk melarang pemasaran Motorola Xoom.
Setiap konflik yang terjadi, ada kenyakinan bahwa bukan subtansi permasalahan yang muncul jadi motivasi utamanya, konflik Apple vs Samsung tidak terletak pada sengketa hak paten namun didasari oleh dua hal besar, yaitu perebutan pasar dan persaingan klaim publik sebagai “the real innovator”, munculnya sengketa hak paten hanyalah celah hukum yang bisa mengantar ke proses pengadilan, karena dua hal utama yang menjadi inti permasalahan tidak mungkin mucul karena lebih bersifat abstrak.
Apple adalah pelopor smartphone sejak awal kemunculannya telah mampu menguasai pasar dunia selama bertahun-tahun, namun sebuah data dan fakta yang diungkap IDC dari Boy Genius Report, Kamis (2/8/2012). Telah menggeser Apple berada di bawah Samsung, dari 153,9 juta unit smartphone yang terjual spenjang kuartal 2 tahun 2012 samsung dengan produk Galaxy S III mampu menjual 50,2 juta unit atau setara dengan 32,6% sementara Apple dengan iPhone-nya hanya mampu menjual 26 juta unit atau 16,9%.

Hal yang kedua adalah kebutuhan Apple akan pengakuan publik sebagai the real innovator, eksistensi apple selama ini telah tergeser oleh samsung, Samsung telah mengambil titik celah dan melihat kemenangan persaingan terletak pada klaim sebagai innovator dalam persidangan melalui pengacaranya Verhoeven Samsung memulai dengan kata-kata : “Samsung hasn’t done anything wrong. … Samsung is an innovator.” Verhoeven berkali-kali menekankan bahwa Samsung perusahaan innovator.

Dari kedua data dan fakta diatas, telah jelas Apple akan berupaya mengembalikan kedudukannya melalui jalur pengadilan, dan kemenangan mereka kali ini sebagai langkah awal untuk kembali menjadi penguasa smartphone dunia.
Indonesia kebagian apa dari di balik sengketa ini?
Data yang dilansir Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) menunjukkan bahwa jumlah pelanggan selular di Indonesia per tahun 2011 telah mencapai lebih dari 240 juta, apabila dikalkulasi dengan hitungan ekonomis terdapat nilai 120 triliun uang masyarakat Indonesia yang digunakan hanya untuk kebutuhan membeli handphone. Data ini telah menempatkan Indonesia sebagai pengguna handphone terbesar ke-4 di dunia,ini jelas telah menjadi surga bagi produsen handphone dunia untuk memasarkan setiap produk yang mereka produksi.
Lalu apa dampak dari perselisihan Apple Vs Samsung bagi Indoneisa, ada dua hal yang perlu kita cermati yang pertama keputusan ini akan merugikan komsumen Indonesia ketika pengadilan memperbolehkan Apple mencekal semua produk Samsung yang diputuskan bersalah melanggar hak paten, karakter pengguna smartphone di Indonesia sama dengan keinginan Samsung dimana segmen yang menjadi sasaran utamanya adalah kalangan menengah ke bawah.
Yang kedua setidaknya pemerintah harus berkaca dan melihat celah untuk membuat aturan yang bisa mengadili produsen handphone yang merugikan masyarakat, ironis memang sampai saat ini, belum ada kepastian dan jamin hukum dari pemerintah terkait hal-hal yang merugikan masyarakat, sebagai contoh produsen Blackberry yang berpusat di Kanada sampai hari ini belum memiliki pabrik di Indonesia,ini jelas merugikan masyarakat karena tidak memiliki jaminan ketersediaan suku cadang dan layanan service yang cepat.
Undang-Undang infomasi dan transaksi elektronik yang merupakan rujukan permasalah tekhnologi justru dibuat pemerintah untuk menghukum rakyatnya sendiri, kasus Prita Mulyasari dan 2 orang (Rian dan Randy) yang dipenjara karena menjual 2 ipad tidak memiliki manual book adalah contoh negara telah melakukan penzaliman terhadap rakyatnya sendiri.

 

 

 

About hariman80

Staf Pengajar di STMIK dan LPWN Hamzanwadi Pancor, Guru RPL , KKPI di SMKN 1 Selong, Mengajar Jaringan Komputer di SMKN 1 Pringgasela serta menjadi Guru TIK di SMA NW Pancor.

Posted on 4 September 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: